Otonomi dan Kerjasama Antar Daerah

S1 Ilmu Administrasi Negara

Matakuliah ini mengajak mahasisiwa belajar bersama tentang otonomi daerah dan potensi pengembangan kerjasama antar daerah (intergovernmental). Pada kajian awal, Mahasiswa belajar diajak mereload kembali konsep otonomi dan desentralisasi berdasarkan pendekatan (UU) terbaru. Selanjutnya Mahasiswa membahas dan mendiskusikan materi kajian hubungan Kerjasama Antar Daerah dalam kerangka otonomi dalam dan pendekatan desentralisasi. Kajian berikutnya adalah tentang substansi kerjasama antar daerah yang meliputi : Konsep dan latar belakang perlunyanya KAD, Model dan tatacara KAD, Kelembagaan KAD dan Bentuk KAD, Mekanisme tatacara pelaksanaan KAD yang dilakukan dengan strategi kuliah mimbar dan diskusi untuk menganalisis kasus. Pada bagian akhir, mahasiswa diberikan pengetahuan tentang aspek pendanaan dan mendiskusikan contoh pelaksanaan KAD yang sudah pernah dilakukan oleh beberapa pemerintah daerah di Indonesia.


Pemula Menengah Mahir

Capaian Mata Kuliah

  • kaidah dan prinsip prinsip reformasi administrasi dan tata kelola pemerintahan dan pelayanan publik yang baik
  • Mampu menganalisis dan mengevaluasi kebijakan publik, organisasi dan manajemen publik dalam rangka penyelesaian masalah publik
  • Pokok Bahasan

    • Menjelaskan ruang kingkup perencanaan pembangunan
    • Kompetensi pengetahuan mahasiswa mampu menjelaskan arah paradigma otonomi daerah sebelum dan pasca orde baru
    • Kompetensi pengetahuanmahasiswa dapat menjelaskan format baru otonomi daerahmahasiswa dapat mendefinisikan beberapa fungsi gubernur dalam pembangunan daerah kompetensi analisis mahasiswa mampu menganalisis berbagai kewenangan yang tumpang tindih antara kabupaten/kota dengan provinsi
    • Kompetensi pengetahuan mahasiswa dapat memahami bagaimana hubungan keuangan pusat-daerahmahasiswa dapat menjelaskan beberapa jenis pendapatan daerah kompetensi analisis mahasiswa mampu menganalisis hubungan antara apbn dengan apbd
    • Kompetensi pengetahuan mahasiswa mampu menjelaskan bagaimana konsep perencanaan pembangunan daerah yang idealmahasiswa mampu menguraikan perbedaan antara perencanaan dari bawah (bottom up planning) dengan perencanaan dari atas (top down planning)
    • Kompetensi pengetahuan mahasiswa mampu menjabarkan makna dari governancemahassiwa mampu menjabarkan permasalahan kelembagaan dalam transisi otonomi daerah
    • Kompetensi pengetahuanmahasiswa dapat menjelaskan peran pemerintah dalam strategi membangun daerahmahasiswa dapat menjelaskan paradigma baru pembangunan ekonomi daerahmahasiswa dapat menjelaskan indikator fundamental ekonomi daerah
    • Mahasiswa mampu menjawab berbagai soal yang sumber materinya berasal dari pertemuan 1 sampai pertemuan ke 7

    Course

    Durasi Kuliah 16 Minggu
    Instructor:
    Max. students: 50
    Attending: 30